Content marketing merupakan metode pemasaran yang banyak dilakukan di era digital seperti sekarang ini. Tujuan content marketing adalah meningkatkan brand awareness, memperoleh target konsumen baru, memenuhi target penjualan, dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap brand Anda.

Biaya yang dikeluarkan untuk content marketing bisa 62% lebih rendah dibandingkan dengan traditional marketing. Bahkan, teknik marketing ini bisa menghasilkan perubahan 6 kali lebih banyak dibandingkan metode pemasaran lainnya. Meski biayanya lebih murah, tujuan content marketing adalah sama halnya dengan tujuan dari metode pemasaran terdahulu. Nah, supaya dapat memperoleh manfaat dari content marketing dengan biaya yang lebih murah, Anda perlu tahu apa itu content matrix, manfaatnya bagi bisnis Anda, dan bagaimana langkah-langkah membuatnya.

Content Matrix
Photo Credit by Lifestylememory

Kenalan dengan Content Matrix

Content matrix atau content marketing matrix adalah sebuah kerangka kerja berdasarkan persona konsumen yang digunakan untuk memproduksi konten bisnis supaya bisa lebih berdampak. Content matrix dikembangkan oleh Ansoff Matrix, matematikawan asal Rusia-Amerika.

Dalam proses pengembangannya, Ansoff Matrix kemudian memadukan dua unsur, yakni produk dan pasar. Kemudian, dua unsur tersebut dibagi lagi menjadi produk lama, produk baru, pasar yang sudah ada, dan pasar yang baru. Ia kemudian juga merancang empat strategi, yakni penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan diversifikasi.

Apa Manfaat Content Matrix untuk Bisnis Anda?

Terlepas dari unsur dan strategi content marketing matrix yang diutarakan oleh Ansoff Matrix, content matrix memiliki manfaat yang cukup banyak bagi bisnis. Pasalnya, Anda jadi bisa mengurutkan konten-konten mana yang harus diprioritaskan dan segera diproduksi demi kebutuhan pasar.

Di samping itu, Anda pun akan lebih mudah jika harus merancang strategi pemasaran yang potensial secara mendetail. Misalnya, Anda menjadi lebih tahu akan tipe-tipe konten yang bisa memancing interaksi dengan konsumen. Dengan begitu, Anda mungkin juga akan lebih mudah dalam memperoleh target market yang baru.

Sehingga, sesuai dengan peribahasa, “Tak kenal, maka tak sayang”, content matrix dapat membantu Anda untuk lebih mengenal maupun menyayangi konsumen. Pada akhirnya, brand awareness, target penjualan, maupun loyalitas konsumen pun bisa meningkat, begitu pula dengan target konsumen baru yang bisa Anda peroleh.

Langkah-Langkah Membuat Content Matrix

  1. Buat persona konsumen

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat akan merancang content matrix adalah dengan membuat persona konsumen. Hal ini dilakukan sebagai cara Anda dalam mengenal mereka, mulai dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, hobi, hingga kebutuhan atau permasalahan dalam hidup.

Misalnya, Anda menetapkan target audiens berupa remaja 13-18 tahun yang sedang memiliki permasalahan kulit wajah. Langkah selanjutnya adalah membuat persona layaknya ia orang sungguhan. Begini contohnya.

Nama: Nonik
Gender: Perempuan
Usia: 17
Lokasi: Jakarta
Profesi: Pelajar
Hobi: Nongkrong di tempat-tempat hits, mendengarkan lagu, membaca buku, dan sebagainya. 
Kebutuhan utama: Memperluas pertemanan, memiliki kulit yang mulus agar bisa tampil lebih percaya diri.

Anda juga bisa membuat lebih dari satu persona sehingga brand Anda bisa menjawab beberapa permasalahan sekaligus. Biasanya, sebuah bisnis akan membuat dua sampai tiga persona konsumen. Jika ingin melakukan analisis yang lebih mendalam, Anda juga bisa mencari tahu, siapa seseorang yang menginspirasi mereka. 

  1. Perhatikan customer journey mapping

Setelah membuat beberapa persona, Anda juga perlu menengok perjalanan konsumen terhadap bisnis Anda. Misalnya, Anda bisa melihat performa website bisnis Anda berdasarkan sudut pandang dari Nonik sebagai salah satu persona yang sudah dibuat sebelumnya. Kemudian, lakukan proses analisis.

Lakukan identifikasi terkait permasalahan apa yang akan dihadapi Nonik saat mengunjungi website Anda. Lalu, berikan solusi dengan cara menambahkan keterangan pada produk, memberikan rekomendasi serupa, atau menyediakan layanan chat selama 24 jam non-stop, dan sebagainya.

Anda bahkan bisa mengatur urutan produk sesuai dengan perjalanan Nonik. Misalnya, taruhlah produk-produk dengan pembeli terbanyak di bagian paling atas. Selain itu, Anda juga bisa menempatkan produk teratas dengan melihat jumlah klik paling banyak.

  1. Urutkan prioritas konten

Berikutnya, Anda juga perlu membuat prioritas konten supaya punya gambaran jelas, mana saja konten yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Sebagai informasi tambahan, ada empat jenis konten yang bisa Anda buat.

  • Konten edukasi

Sesuai namanya, konten edukasi bersifat memberikan ilmu pengetahuan baru bagi konsumen atau target konsumen. Sehingga, konten ini tidak berfokus untuk meningkatkan target penjualan. Meski begitu, konten edukasi dapat membuat pelanggan kembali lagi pada brand Anda. Beberapa contoh konten edukasi, antara lain infografis, tren terkini, maupun gelaran press conference yang berkaitan dengan brand Anda.

  • Konten persuasif

Berbeda dari konten edukasi, konten persuasif sifatnya lebih mengajak konsumen untuk segera membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa jenis konten inilah yang paling banyak meningkatkan penjualan. Anda bisa membuat konten persuasif dalam berbagai bentuk, misalnya webinar, video tutorial, dan lain-lain.

  • Konten inspirasi

Tidak jauh berbeda dengan jenis konten sebelumnya, konten inspirasi juga dapat meningkatkan penjualan produk. Hal ini disebabkan oleh area pelaksanaannya yang berada di wilayah psikologi manusia, seperti rasa empati, simpati, dan sebagainya. Beberapa contoh konten inspirasi yang bisa Anda coba adalah testimoni hingga real story dari brand ambassador (BA) pilihan Anda.

  • Konten entertainment

Terakhir, ada konten entertainment yang sifatnya memberi hiburan bagi target konsumen baru yang belum memiliki minat untuk melakukan transaksi pembelian. Biasanya, konten seperti ini diambil berdasarkan tren yang sedang berlangsung, seperti video viral, meme, kuis, dan lainnya.

  1. Rencanakan konten yang akan diunggah

Setelah mengetahui beberapa persona konsumen dan jenis konten apa yang harus Anda prioritaskan, buatlah perencanaan yang mendetail sesuai dengan tujuan Anda. Apakah Anda ingin meningkatkan penjualan atau meningkatkan brand awareness?

Berikutnya, Anda perlu mengetahui jumlah sumber daya yang Anda miliki, mulai dari karyawan hingga akses ke tool tertentu. Lalu, buatlah langkah-langkah eksekusi sesuai dengan beberapa hal tersebut.

  1. Teruslah berkembang dan beradaptasi

Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan saat ingin membuat content matrix di era digital adalah dengan terus beradaptasi dan berkembang. Sebab, tujuan content marketing adalah untuk mempromosikan brand Anda. Jika brand Anda tidak lagi relevan di hadapan konsumen, tidak menutup kemungkinan Anda akan ditinggalkan.

Maka dari itu, Anda perlu mengevaluasi secara berkala pelaksanaan content marketing di setiap platform. Apabila Anda menemukan keberhasilan di Instagram, mungkin Anda juga akan berhasil di TikTok. Namun, apabila Anda gagal saat menjalankan content marketing di Instagram, tidak ada salahnya untuk mencoba platform lain, misanya Facebook.


Seperti yang dijelaskan di awal, tujuan content marketing adalah untuk meningkatkan performa brand Anda. Maka, ada beberapa cost yang mesti Anda bayar untuk memperoleh peningkatan tersebut, misalnya dengan melakukan lima langkah content matrix di atas.

Writer Profile
Share This
Comment

Leave a Reply