{"id":1132,"date":"2023-04-03T10:10:00","date_gmt":"2023-04-03T03:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/anakmarketing.com\/?p=1132"},"modified":"2024-12-06T10:53:45","modified_gmt":"2024-12-06T03:53:45","slug":"5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/","title":{"rendered":"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital"},"content":{"rendered":"\n<p>Sejak <a href=\"https:\/\/hbr.org\/2022\/04\/why-marketers-are-returning-to-traditional-advertising\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">satu dekade belakangan<\/a> ini, digital marketing kerap mendominasi strategi pemasaran banyak brand. Tidak mengherankan jika per tahun 2021 lalu, pengeluaran digital advertising secara global bisa <a href=\"https:\/\/www.statista.com\/statistics\/237974\/online-advertising-spending-worldwide\/#:~:text=It%20was%20calculated%20that%20the,would%20reach%20876%20billion%20dollars.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mencapai 521,02 miliar USD<\/a>. Jumlah tersebut bahkan diprediksi menyentuh angka 876 miliar USD pada tahun 2026 nanti. Dengan tingginya angka tersebut, muncul spekulasi bahwa traditional marketing tidak lagi relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penilaian tersebut bukannya tanpa alasan karena <a href=\"https:\/\/hbr.org\/2022\/04\/why-marketers-are-returning-to-traditional-advertising\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">menurut The CMO Survey<\/a>, pengeluaran untuk media pemasaran konvensional\u2014atau disebut juga traditional marketing\u2014mengalami penurunan sebesar 1,4% selama Februari 2021-2022. Padahal, budget marketing secara keseluruhan justru meningkat 7,8% untuk periode yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, apakah ini artinya Anda tak perlu lagi menyertakan traditional marketing dalam strategi pemasaran brand?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Traditional marketing; apakah masih relevan di era digital?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sesuai namanya, traditional marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan media konvensional atau non-digital, seperti televisi, radio, surat kabar, billboard, hingga event offline. Jadi, iklan-iklan yang Anda temui saat menonton acara televisi, mendengarkan radio, atau membaca koran bisa dikatakan sebagai contoh dari traditional marketing.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah zaman modern saat ini yang begitu mengandalkan internet, penggunaan media pemasaran konvensional seperti contoh di atas mungkin terdengar jadul. Namun, sebetulnya pemasaran tradisional tidaklah mati dan bahkan masih relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlahan tapi pasti, strategi marketing konvensional kembali dipertimbangkan oleh berbagai perusahaan. Hal ini terbukti dari <a href=\"https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/1nBlDHTRpYtHXricyoFvLQm_XU3h9zc3jMgHCKP0oJWI\/edit#\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">prediksi kenaikan budget advertising tradisional sebanyak 0,55%<\/a> untuk produk perusahaan B2B. Sementara itu, <a href=\"https:\/\/hbr.org\/2022\/04\/why-marketers-are-returning-to-traditional-advertising\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pada perusahaan B2C<\/a>, kenaikan budget advertising tradisional diprediksi mencapai 10,2% untuk produk berupa layanan dan 4,9% untuk produk berupa barang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai angka tersebut menunjukkan bahwa traditional marketing sedang kembali merangkak naik. Apalagi, sampai saat ini, ternyata marketing konvensional masih dipercaya oleh audiens. Menurut <a href=\"https:\/\/www.marketingsherpa.com\/article\/chart\/channels-customers-trust-most-when-purchasing\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">survei dari MarketingSherpa<\/a>, lima format advertising yang paling dipercaya audiens sebelum melakukan pembelian adalah advertising tradisional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/anakmarketing.com\/apakah-iklan-cetak-relevan-di-tahun-2023\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Iklan cetak<\/a> menduduki peringkat pertama dengan persentase 82%, disusul oleh iklan televisi (80%), direct mail advertising (76%), iklan radio (71%), dan <a href=\"https:\/\/anakmarketing.com\/tips-out-of-home-advertising-untuk-startup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">iklan outdoor<\/a> (69%). Lantas, apa yang membuat strategi pemasaran tradisional masih begitu relevan di tengah era digital saat ini?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan media pemasaran konvensional<\/h2>\n\n\n\n<p>Relevansi traditional marketing di era digital tidak terlepas dari berbagai kelebihan yang ditawarkannya, mulai dari kehadirannya sebagai \u201cangin segar\u201d hingga kemampuannya dalam menjangkau target audiens tertentu.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Oase di tengah digital clutter<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.visiondirect.co.uk\/blog\/research-reveals-screen-time-habits\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sebagian besar waktu kita ternyata dihabiskan di ranah online<\/a>, baik untuk browsing informasi, menonton film, scrolling media sosial, dan lain sebagainya. Selama itu, Anda pasti selalu bertemu dengan iklan digital. Setiap membuka platform online seperti website, e-commerce, media sosial, bahkan hingga aplikasi game, ada saja iklan yang muncul.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut sebetulnya wajar kalau mengingat bahwa <a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/4920218\/nielsen-belanja-iklan-online-services-melonjak-67-persen-di-2021\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">belanja iklan untuk kategori online services mencapai Rp42,8 triliun<\/a> sepanjang tahun 2021. Angka tersebut naik 67% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Walau begitu, tanpa disadari hal ini ternyata membuat banyak orang \u201cmati rasa\u201d terhadap iklan digital. Sebanyak <a href=\"https:\/\/blog.hubspot.com\/marketing\/why-people-block-ads-and-what-it-means-for-marketers-and-advertisers\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">73% orang bahkan mengaku tidak suka dengan iklan pop-up online<\/a>. Masih dari survei yang sama, 57% partisipan juga tidak menyukai iklan yang muncul sebelum konten video (seperti ketika Anda hendak menonton video di YouTube), dan 43% orang bahkan tidak menonton iklan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, di tengah gempuran iklan online, kehadiran iklan tradisional menjadi semacam \u201coase\u201d hingga mampu meningkatkan brand engagement. <a href=\"https:\/\/www.marketingsherpa.com\/article\/chart\/customer-channel-preferences\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Lebih dari 50% konsumen<\/a> mengaku sering menonton iklan televisi dan membaca iklan cetak dari perusahaan yang mereka suka.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan tidak hanya engagement, media pemasaran konvensional\u2014khususnya radio, televisi, dan surat kabar\u2014dinilai memiliki <a href=\"https:\/\/www.ebiquity.com\/news-insights\/research\/re-evaluating-media-for-recovery-understanding-the-true-value-of-media-for-growing-brands-during-challenging-times\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kemampuan lebih baik dalam menarik jangkauan dan perhatian audiens<\/a> secara efektif yang sesuai dengan biaya pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jangkauan luas, brand awareness meningkat<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Digital marketing memang mendorong brand untuk melakukan berbagai inovasi pemasaran. Sayangnya, belum semua orang memiliki akses terhadap internet sehingga konten digital marketing tersebut tidak sampai kepada mereka. Di Indonesia saja, masih ada <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20221028151207-192-866640\/12548-desa-tak-tersentuh-internet-apa-usaha-kominfo\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">lebih dari 12.000 desa dan kelurahan yang belum tersentuh internet<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut tentu bisa berpengaruh pada berkurangnya jangkauan suatu iklan. Padahal, semakin tinggi jangkauan sebuah konten marketing, idealnya tingkat brand awareness-nya juga akan semakin tinggi. Di sinilah penerapan traditional marketing dapat menjadi nilai plus, terutama jika Anda menarget audiens lokal. Memasang iklan di billboard atau menyebarkan flyer <a href=\"https:\/\/www.simplilearn.com\/traditional-marketing-vs-digital-marketing-article#why_traditional_marketing\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">dinilai lebih efektif<\/a> bagi pelaku bisnis untuk menarik perhatian audiens lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada budget lebih, televisi juga merupakan media pemasaran konvensional yang efektif untuk <a href=\"https:\/\/www.amraandelma.com\/digital-marketing-vs-traditional-marketing-statistics\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">meningkatkan brand awareness hingga 72%<\/a>. Bahkan ternyata kemungkinan konsumen secara umum lebih termotivasi untuk membeli suatu produk yang mereka lihat di televisi daripada media lain.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cocok untuk target audiens yang lebih tua<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika Anda berencana melakukan strategi marketing dengan menargetkan kalangan orang tua atau lanjut usia, maka traditional marketing adalah pilihan tepat. Jika dibandingkan dengan anak muda berusia 20-30 tahunan, kelompok usia di atas 50 tahun ternyata <a href=\"https:\/\/www.simplilearn.com\/traditional-marketing-vs-digital-marketing-article#why_traditional_marketing\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">membaca koran dan menonton televisi dua kali lebih sering<\/a> daripada mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dari kelompok usia lanjut masih memiliki engagement yang baik dengan media marketing tradisional. Terlebih, <a href=\"https:\/\/www.amraandelma.com\/digital-marketing-vs-traditional-marketing-statistics\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sebuah studi juga menunjukkan<\/a> bahwa mereka punya kemungkinan lebih tinggi untuk melakukan tindakan tertentu setelah melihat iklan pada media pemasaran konvensional, seperti menghubungi perusahaan atau langsung membeli produk yang diiklankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengoptimalkan berbagai kelebihan traditional marketing, banyak brands yang telah berhasil mengeksekusi strategi marketing melalui media konvensional di era digital. Siapa saja?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Contoh traditional marketing yang terbukti berhasil di era digital<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Billboard Curhatan Pendek &#8211; GoJek, Indonesia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/anakmarketing.com\/apakah-penggunaan-billboard-ads-worth-it\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Billboard<\/a> termasuk salah satu <a href=\"https:\/\/anakmarketing.com\/5-contoh-kampanye-out-of-home-advertising-sukses\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">contoh out-of-home advertising<\/a>, yakni iklan dengan target orang-orang yang berada di luar rumah. Termasuk juga contoh marketing tradisional, billboard umumya ditemukan di jalan-jalan besar, seperti kawasan Kuningan di Jakarta Selatan yang dikenal padat dan sering macet.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"550\" data-dnt=\"true\"><p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Asli ini iklan terbagusnya <a href=\"https:\/\/twitter.com\/gojekindonesia?ref_src=twsrc%5Etfw\">@gojekindonesia<\/a>  sumber grup ahensi <a href=\"https:\/\/t.co\/Jd87YDz6TX\">pic.twitter.com\/Jd87YDz6TX<\/a><\/p>&mdash; sahid (@sahid____) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/sahid____\/status\/923752731348627456?ref_src=twsrc%5Etfw\">October 27, 2017<\/a><\/blockquote><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Memanfaatkan kondisi tersebut, GoJek sebagai platform layanan on-demand <a href=\"https:\/\/www.marketeers.com\/alasan-billboard-go-jek-viral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">memasang iklan pada billboard besar yang ada di area Kuningan pada tahun 2017<\/a> silam. Namun, iklan billboard tersebut tidaklah penuh gambar dan minim teks seperti pada kebanyakan iklan billboard lain. Sebaliknya, iklan billboard dari GoJek kali ini justru hanya menggunakan background putih polos dan berisi tulisan panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tulisan tersebut merupakan narasi berupa curhatan pendek, di mana GoJek meminta para pengguna jalan di Kuningan\u2014terutama pengendara mobil\u2014untuk membayangkan situasi ideal jika mereka tidak terjebak macet. Namun, pada kenyataannya, mereka masih stuck di area Kuningan sehingga dapat membaca pesan billboard dari GoJek.<\/p>\n\n\n\n<p>Copy yang ditulis pada billboard tersebut begitu \u201cngena\u201d sehingga relatable bagi para target audiens. Tidak mengherankan jika akhirnya iklan billboard milik GoJek ini sempat viral di media sosial pada tahun 2017.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Billboard Pasta Gigi Formula, Indonesia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Masih menggunakan billboard sebagai media pemasaran konvensional, kali ini contoh traditional marketing yang sukses datang dari <a href=\"https:\/\/www.brilio.net\/news\/10-iklan-billboard-keren-dan-kreatif-dua-di-antaranya-di-indonesia-1510272.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Formula<\/a>. Brand pasta gigi ini ingin menyampaikan pesan bahwa produk mereka mampu membuat gigi jadi lebih kuat.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/Lkz_7ckU49-EKK_fR5Yt7clFogdfcS3s3SEN12WhUMGrWNpZHY30M7JjEy7NarwAZbRbB170v1O5v91gjOgZBAYatI7Sow8nAslsxz8sGE_CRIRaNDHw9ZDVzM402ZESq_Iz8EhLj73EnZ8CvHJ_iPY\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"354\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Source: <a href=\"https:\/\/www.brilio.net\/news\/10-iklan-billboard-keren-dan-kreatif-dua-di-antaranya-di-indonesia-1510272.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Brilio<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, mereka memasang iklan billboard di mana seorang model pria tampak seolah-olah sedang menggigit banner sekuat tenaga hingga terangkat dari kerangka papan billboard. Lalu, di bagian kiri bawah iklan, terdapat gambar salah satu pasta gigi Formula dengan tulisan \u201cbuilds strong teeth\u201d.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>TVC Head &amp; Shoulders: Joe Taslim x Fadil Jaidi, Indonesia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Head &amp; Shoulders adalah sebuah merek sampo, dengan Joe Taslim sebagai brand ambassador-nya. Namun, pada pertengahan 2022 lalu, iklan TVC Head &amp; Shoulders tak hanya menampilkan Joe Taslim, tapi juga Fadil Jaidi yang dikenal sebagai content creator ternama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Joe Taslim x Fadil Jaidi - Siapakah BA Head &amp; Shoulders Selanjutnya?\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8Ga9WlqL4II?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada iklan tersebut, Head &amp; Shoulders mengangkat tentang asumsi kebanyakan orang yang menganggap bahwa semua cowok sama saja. Namun, Joe dan Fadil mengatakan bahwa mereka berbeda karena menggunakan sampo Head &amp; Shoulders varian mentol.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikemas secara komedi, iklan ini pun sukses menyita perhatian banyak penonton. Bahkan hingga artikel ini ditulis, iklan Head &amp; Shoulders: Joe Taslim X Fadil Jaidi sudah ditonton hingga lebih dari 105 juta kali di YouTube.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>TVC Shopee COD, Indonesia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Siapa, sih, yang tidak familier dengan jingle <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=C6PRXf3r0NA\">Shopee COD<\/a>? Setiap menonton televisi, rasanya iklan TVC Shopee COD ini selalu muncul sehingga kita pun kadang tanpa sadar ikut menyanyikannya, \u201cShopee COD, Shopee COD, bayar langsung di tempat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan jingle yang catchy merupakan kekuatan utama dari contoh traditional marketing satu ini. Apalagi, Shopee juga menggandeng salah satu artis yang begitu dikenal masyarakat Indonesia, yakni Tukul Arwana. Dalam iklan, terlihat Tukul Arwana menyanyikan jingle tersebut sambil menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kemasan Indomie Piring Kosong, Indonesia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tak hanya untuk melindungi produk, kemasan juga bisa menjadi media pemasaran konvensional yang efektif. Hal ini telah sukses dilakukan oleh brand mi instan kecintaan masyarakat Indonesia, Indomie.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda tentu sudah hafal betul dengan kemasan Indomie yang menampilkan sepiring olahan mi instan bersama aneka lauk pauk. Namun, pada pertengahan 2021 lalu, Indomie membuat gebrakan dengan kemasan bergambar piring kosong berwarna hitam untuk produk varian mi goreng mereka. Di atas gambar piring tersebut, terdapat tulisan, \u201cSelamat menunaikan ibadah puasa.\u201d<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/anakmarketing.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n-1024x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1133\" width=\"512\" height=\"512\" srcset=\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n-300x300.webp 300w, https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n-200x200.webp 200w, https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n-768x768.webp 768w, https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n-150x150.webp 150w, https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Snapinsta.app_1080_59444393_2537160056297025_8064142257629288382_n.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/BxHSKuzBsTs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Indomie<\/a><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Rupanya, Indomie menghadirkan kemasan tersebut dalam rangka menyambut Ramadan 2021. Karena konsepnya yang begitu unik, banyak orang yang memotret kemasan tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Alhasil, strategi marketing dari Indomie ini pun sempat viral.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan pemasaran online dan offline; harus pakai yang mana?<\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan ulasan dan contoh di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa media pemasaran konvensional masih relevan, bahkan di era digital seperti sekarang. Lantas, apakah ini artinya Anda hanya perlu melakukan pemasaran offline dan mengabaikan digital marketing?<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu tidak. Perbedaan pemasaran online dan offline memang cukup signifikan, di mana pemasaran online memanfaatkan platform digital yang bisa diakses melalui internet untuk mempromosikan produk, seperti website dan aplikasi media sosial. Sementara itu, offline marketing mengandalkan media pemasaran konvensional seperti televisi dan billboard.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mengapa tidak menggabungkan keduanya untuk menunjang strategi marketing Anda? Terlebih, marketing melalui berbagai channel sekaligus dapat membantu <a href=\"https:\/\/writersblocklive.com\/blog\/multichannel-marketing-statistics\/#:~:text=Multichannel%20marketing%20trends%20indicate%20that,in%20the%20company's%20physical%20store.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mempertahankan konsumen hingga 89%<\/a>. Hal ini sudah sukses dilakukan oleh brand minuman soda ternama, Coca Cola.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 2013, mereka mengadakan campaign \u2018Share a Coke\u2019 dengan menjual botol yang kemasannya dilengkapi nama berbagai orang. Untuk melihat nama apa saja yang tersedia, Coca-Cola telah menulisnya di website mereka, sehingga mendorong konsumen untuk mengunjungi website dan pada akhirnya meningkatkan traffic.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/XgS70OzSe2OVPRRsDHkBMomZyFvPzPXgxj3-AFijYXSZ_b2N4v-wGlqEB9DfWBsOojkgVgfEmmV8oOV0myxbMgYlAs0RfXaQzApBt2yX5SPLcvOohcQcnBTRtsQJyvTlCAgvqDTz6r3OaCez6mn85Nw\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"198\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Source: <\/em><a href=\"https:\/\/cocacolaunited.com\/blog\/2015\/05\/18\/share-coke-bigger-better-ever\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Coca-Cola UNITED<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Mirip seperti Indomie pada contoh di atas, Coca-Cola juga menggunakan kemasan sebagai media pemasaran konvensional. Saat membeli botol Coca-Cola yang dipersonalisasi dengan nama mereka, konsumen pun merasa spesial sehingga mereka membagikan pengalaman ini ke media sosial. Hasilnya, Coca Cola berhasil mendapatkan 998 juta impresi di Twitter dan 235.000 tweets yang menggunakan hashtag dari mereka.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak satu dekade belakangan ini, digital marketing kerap mendominasi strategi pemasaran banyak brand. Tidak mengherankan jika per tahun 2021 lalu, pengeluaran digital advertising secara global bisa mencapai 521,02 miliar USD. Jumlah tersebut bahkan diprediksi menyentuh angka 876 miliar USD pada tahun 2026 nanti. Dengan tingginya angka tersebut, muncul spekulasi bahwa traditional marketing tidak lagi relevan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":138,"featured_media":1323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[635,636],"tags":[304,297,299,300,298,32,301,302,303],"ppma_author":[253],"class_list":["post-1132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-brand-advertising","category-performance-marketing","tag-contoh-traditional-marketing","tag-kelebihan-traditional-marketing","tag-marketing-konvensional","tag-marketing-tradisional","tag-media-pemasaran-konvensional","tag-offline-marketing","tag-pemasaran-tradisional","tag-perbedaan-pemasaran-online-dan-offline","tag-traditional-marketing","author-biru-cahya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.3.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital - anakmarketing<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di tengah maraknya era digital, ternyata masih ada strategi traditional marketing yang mendulang kesuksesan. Seperti apa iklan tersebut?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital - anakmarketing\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tengah maraknya era digital, ternyata masih ada strategi traditional marketing yang mendulang kesuksesan. Seperti apa iklan tersebut?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"anakmarketing\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-03T03:10:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-06T03:53:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1066\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Biru Cahya\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Adhika Dwi Pramudita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\"},\"author\":{\"name\":\"Adhika Dwi Pramudita\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/person\/08c789b9148dadbafa4191e40f80bca4\"},\"headline\":\"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital\",\"datePublished\":\"2023-04-03T03:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-06T03:53:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\"},\"wordCount\":1617,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp\",\"keywords\":[\"contoh traditional marketing\",\"kelebihan traditional marketing\",\"marketing konvensional\",\"marketing tradisional\",\"media pemasaran konvensional\",\"offline marketing\",\"pemasaran tradisional\",\"perbedaan pemasaran online dan offline\",\"Traditional marketing\"],\"articleSection\":[\"Brand &amp; Advertising\",\"Performance Marketing\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\",\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\",\"name\":\"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital - anakmarketing\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp\",\"datePublished\":\"2023-04-03T03:10:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-06T03:53:45+00:00\",\"description\":\"Di tengah maraknya era digital, ternyata masih ada strategi traditional marketing yang mendulang kesuksesan. Seperti apa iklan tersebut?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp\",\"width\":1600,\"height\":1066},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#website\",\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/\",\"name\":\"anakmarketing\",\"description\":\"Learn Marketing, Do Marketing\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#organization\",\"name\":\"anakmarketing\",\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-1-border.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-1-border.png\",\"width\":826,\"height\":144,\"caption\":\"anakmarketing\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.tiktok.com\/@anakmarketingdotcom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/person\/08c789b9148dadbafa4191e40f80bca4\",\"name\":\"Adhika Dwi Pramudita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/person\/image\/9daf054aacb70da66f2fc2077355c8ab\",\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/litespeed\/avatar\/b16217e1d6fcb08bbaed0a9794c9989b.jpg?ver=1777523966\",\"contentUrl\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/litespeed\/avatar\/b16217e1d6fcb08bbaed0a9794c9989b.jpg?ver=1777523966\",\"caption\":\"Adhika Dwi Pramudita\"},\"url\":\"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/author\/adhikadwipramudita1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital - anakmarketing","description":"Di tengah maraknya era digital, ternyata masih ada strategi traditional marketing yang mendulang kesuksesan. Seperti apa iklan tersebut?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital - anakmarketing","og_description":"Di tengah maraknya era digital, ternyata masih ada strategi traditional marketing yang mendulang kesuksesan. Seperti apa iklan tersebut?","og_url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/","og_site_name":"anakmarketing","article_published_time":"2023-04-03T03:10:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-06T03:53:45+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1066,"url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Biru Cahya","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Adhika Dwi Pramudita","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/"},"author":{"name":"Adhika Dwi Pramudita","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/person\/08c789b9148dadbafa4191e40f80bca4"},"headline":"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital","datePublished":"2023-04-03T03:10:00+00:00","dateModified":"2024-12-06T03:53:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/"},"wordCount":1617,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp","keywords":["contoh traditional marketing","kelebihan traditional marketing","marketing konvensional","marketing tradisional","media pemasaran konvensional","offline marketing","pemasaran tradisional","perbedaan pemasaran online dan offline","Traditional marketing"],"articleSection":["Brand &amp; Advertising","Performance Marketing"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/","url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/","name":"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital - anakmarketing","isPartOf":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp","datePublished":"2023-04-03T03:10:00+00:00","dateModified":"2024-12-06T03:53:45+00:00","description":"Di tengah maraknya era digital, ternyata masih ada strategi traditional marketing yang mendulang kesuksesan. Seperti apa iklan tersebut?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp","contentUrl":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/WhatsApp-Image-2023-02-20-at-1.47.48-PM-jpeg-thumbnail.webp","width":1600,"height":1066},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/5-contoh-traditional-marketing-yang-terbukti-berhasil-di-era-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Contoh Traditional Marketing yang Terbukti Berhasil di Era Digital"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#website","url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/","name":"anakmarketing","description":"Learn Marketing, Do Marketing","publisher":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#organization","name":"anakmarketing","url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/anakmarketing.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-1-border.png","contentUrl":"https:\/\/anakmarketing.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-1-border.png","width":826,"height":144,"caption":"anakmarketing"},"image":{"@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.tiktok.com\/@anakmarketingdotcom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/person\/08c789b9148dadbafa4191e40f80bca4","name":"Adhika Dwi Pramudita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/#\/schema\/person\/image\/9daf054aacb70da66f2fc2077355c8ab","url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/litespeed\/avatar\/b16217e1d6fcb08bbaed0a9794c9989b.jpg?ver=1777523966","contentUrl":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/litespeed\/avatar\/b16217e1d6fcb08bbaed0a9794c9989b.jpg?ver=1777523966","caption":"Adhika Dwi Pramudita"},"url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/author\/adhikadwipramudita1\/"}]}},"authors":[{"term_id":253,"user_id":0,"is_guest":1,"slug":"biru-cahya","display_name":"Biru Cahya","avatar_url":{"url":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Biru-jpg.webp","url2x":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Biru-jpg.webp"},"author_category":"","user_url":"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/birucahyaimanda\/","last_name":"Cahya","first_name":"Biru","job_title":"","description":"Content Creator at Demand Gen Lab, I love writing and music. John Mayer is my life!"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/users\/138"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1132"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1157,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1132\/revisions\/1157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1132"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/anakmarketing.com\/insights\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=1132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}