Apa yang membuat konsumen memilih brand tertentu dibandingkan yang lain? Brand trust adalah salah satu faktor penentunya. Sebab, menurut laporan dari Qualtrics, 63% konsumen lebih suka berbelanja dari brand yang bisa mereka percaya. Oleh sebab itu, brand trust adalah metrik yang perlu Anda perhatikan dan bangun jika ingin mendorong kesuksesan jangka panjang bisnis.

Bagaimanakah cara membangun kepercayaan konsumen terhadap brand Anda? Kuncinya, Anda perlu mengetahui apa saja indikator brand trust dan menerapkannya dalam strategi advertising. Nah, Anda dapat menemukan indikator brand trust selengkapnya melalui tulisan ini!

Brand Trust Adalah…

Sederhananya, brand trust berarti kepercayaan konsumen terhadap merek tertentu. Rasa percaya ini mencakup keyakinan bahwa brand tersebut dapat diandalkan, memenuhi janjinya, dan memberikan manfaat sesuai harapan. Selain pengalaman pribadi konsumen, brand trust juga bisa terbentuk dari persepsi yang dibangun melalui komunikasi, kualitas produk atau layanan, serta reputasi perusahaan di pasar.

Indikator Brand Trust

Apa saja yang menentukan seberapa tinggi atau rendah brand trust konsumen? Berikut adalah beberapa penandanya:

1. Karakteristik brand

Kualitas produk atau layanan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan. Alasannya, konsumen cenderung mempercayai merek yang konsisten dalam memberikan kualitas tinggi. Ini juga memperkuat riset dari Marq bahwa brand yang memiliki konsistensi tinggi dalam visual mereka bisa menghasilkan keuntungan 23% lebih tinggi.

Selain itu, aspek seperti keunikan, identitas visual, dan reputasi brand juga memengaruhi persepsi konsumen. Contohnya, merek dengan identitas yang jelas dan konsisten di berbagai platform cenderung lebih mudah dipercaya.

2. Karakteristik perusahaan

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, perusahaan di balik merek juga bisa memengaruhi tingkat kepercayaan pembeli. Faktor seperti integritas perusahaan, keberlanjutan operasional, serta transparansi dalam menjalankan bisnis menjadi pertimbangan utama konsumen. 

Apalagi, Linearity sudah menemukan bahwa kepercayaan terhadap parent company atau anak perusahaan yang memegang sebuah brand menentukan 20-25% keputusan pembelian konsumen. Perusahaan yang terbukti etis, jujur, dan peduli terhadap dampaknya pada masyarakat serta lingkungan akan lebih dipercaya.

3. Karakteristik konsumen

Sifat dan pengalaman konsumen bisa menentukan brand trust secara keseluruhan. Seorang pembeli atau klien yang pernah memiliki pengalaman buruk dengan produk sejenis mungkin lebih sulit percaya pada brand baru. Sebaliknya, konsumen yang terbiasa dengan merek tertentu dan merasa puas cenderung memberikan kepercayaan lebih tinggi. Selain itu, konsumen juga akan lebih percaya terhadap sebuah brand jika mereka bisa menemukan kesamaan antara core values mereka dengan perusahaan atau merek tersebut.

Pentingnya Brand Trust

Mengapa Anda perlu meningkatkan brand trust? Alasannya sangat berkaitan dengan manfaat-manfaat berikut:

1. Meningkatkan penjualan

Konsumen yang percaya pada sebuah merek cenderung lebih sering membeli dan merekomendasikan produk atau layanan tersebut kepada orang lain. Kepercayaan ini menciptakan loyalitas yang berdampak positif pada pendapatan jangka panjang. Misalnya, pelanggan yang percaya bahwa sebuah brand memberikan produk berkualitas akan lebih sedikit mempertimbangkan kompetitor. Karena itu, tidak mengherankan jika konsumen yang loyal mampu memiliki customer lifetime value hingga lebih dari 300%.

2. Mempengaruhi reputasi brand

Merek yang terkenal dapat diandalkan akan lebih mudah mendapatkan pengakuan positif, baik melalui ulasan pelanggan maupun media sosial. Reputasi yang baik juga membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis, meningkatkan peluang ekspansi, dan menciptakan citra positif di mata investor. 

Hasilnya, Anda akan lebih punya banyak kesempatan untuk membangun brand awareness dan menjangkau target konsumen baru. Terutama, mengingat 80% konsumen sangat memperhatikan seberapa autentik sebuah brand sebelum memutuskan untuk berinteraksi lebih lanjut.

3. Menghemat anggaran pemasaran

Tingkat kepercayaan yang tinggi pada akhirnya akan mengurangi kebutuhan untuk melakukan promosi agresif. Sebab, ketika konsumen sudah percaya, mereka akan cenderung melakukan pembelian tanpa memerlukan dorongan besar dari iklan. Bahkan, konsumen yang puas sering menjadi promotor alami dengan berbagi pengalaman positif mereka melalui word-of-mouth. Jadi, Anda pun bisa menekan pengeluaran advertising.

Cara Meningkatkan Brand Trust dengan Advertising

Bisakah Anda meningkatkan brand trust melalui iklan? Ya, caranya dengan menerapkan tips dan trik di bawah ini dalam strategi advertising:

1. Pahami apa yang dibutuhkan audiens Anda

Sebelum membuat konsep iklan, sebaiknya Anda memahami kebutuhan dan masalah yang dialami oleh audiens Anda. Kuncinya, lakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang benar-benar mereka cari dalam produk atau layanan Anda. 

Misalnya, Anda bisa mempelajari kolom komentar atau pertanyaan yang paling sering ditanyakan di direct message. Atau, Anda juga dapat mengirimkan kuesioner dan mengadakan focus group discussion. Berkat adanya informasi ini, Anda dapat menciptakan iklan yang relevan dengan customer journey dan terasa personal bagi audiens. Brand trust adalah salah satu metrik yang akan meningkat apabila Anda bisa memahami audiens dengan lebih baik.

2. Tonjolkan solusi yang mudah dalam promosi Anda

Konsumen lebih tertarik pada merek yang menawarkan solusi praktis dan mudah. Maka dari itu, iklan Anda harus menonjolkan bagaimana produk atau layanan dapat memecahkan masalah mereka dengan cara yang sederhana dan efisien. Hindari jargon yang terlalu teknis atau bahasa yang terlalu membingungkan, karena hal ini bisa mengurangi daya tarik promosi.

3. Jangan membuat janji atau klaim yang muluk-muluk

Saat ingin memperkuat pesan tentang kelebihan produk atau layanan Anda, sebaiknya hindari menawarkan klaim yang berlebihan untuk menarik perhatian. Sebab, jika produk atau layanan Anda tidak bisa memenuhi janji tersebut, konsumen akan merasa kecewa. Akibatnya, kepercayaan mereka terhadap brand Anda akan berkurang. Jadi, pastikan semua informasi dalam iklan Anda bersifat jujur dan realistis, dalam artian mencerminkan kemampuan produk yang sesungguhnya.

4. Promosikan core values merek Anda

Seperti yang telah disebutkan, konsumen akan lebih memilih brand dengan kesamaan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Nah, Anda dapat menarik perhatian kelompok pembeli ini dengan menonjolkan core values dalam iklan. Semisal merek Anda mendukung keberlanjutan atau keadilan sosial, gunakan teknik storytelling dalam iklan untuk menunjukkan bagaimana perusahaan Anda telah mengurangi emisi karbon atau menyejahterakan kelompok rentan. Dengan demikian, konsumen merasa terhubung secara emosional dengan brand Anda.

Brand trust adalah salah satu metrik yang perlu Anda perhatikan ketika merancang dan mengevaluasi kampanye advertising. Sebab, brand trust adalah hal yang membuat 63% konsumen rela mengeluarkan lebih banyak uang untuk produk atau layanan dari sebuah brand. Jadi, selain mempermudah ekspansi ke segmen pasar baru, Anda juga akan lebih berpeluang meningkatkan penjualan.

Lantas, apa saja indikator brand trust yang paling berpengaruh? Beberapa di antaranya adalah kualitas produk dan layanan, integritas perusahaan, serta kecocokan core values konsumen dengan brand Anda. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menonjolkan semua indikator brand trust tersebut dalam iklan secara realistis dan jujur untuk menarik perhatian konsumen.

Ingin belajar lebih lanjut seputar advertising dan cara meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan strategi tersebut? Anda dapat belajar dari marketer yang sudah ahli dengan bergabung bersama Komunitas Anak Marketing! Setelah klik sign-up gratis, Anda dapat mengikuti sesi sharing interaktif bersama para praktisi marketing dari berbagai industri dan membaca laporan marketing research eksklusif untuk memperkuat strategi Anda.

Writer Profile
  • Head of Content at Demand Gen Lab. Suka ngopi pas hujan dan segala hal Jejepangan.

Share This
Comment

Leave a Reply